“Usami, bangun! Sarapan sudah di meja lebih dari 20 menit,
makanannya akan dingin” kata Vina yang sedang berusaha membangunkan novelis
terkenal. Bohong, itu adalah mimpi.
Kenyataannya sang novelis telah kehilangan Vina miliknya. Mengapa kenyataan
begitu kejam? Pikirannya kosong, ia tak pernah menangis, ia marah dan berteriak
namun ia tak pernah menangis. Lalu, kenapa tubuhnya tega mengeluarkan setetes air
mata?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar