Kamis, 12 November 2015

Ingin Rumah Bebas Nyamuk #Artikel 2

Ingin Rumah Bebas Nyamuk? Ikuti 6 Tips Ini!

Nyamuk bukan serangga yang asing bagi masyarakat Indonesia. Baik panas maupun hujan, serangga penyebab gatal dan penyakit ini tak pernah berhenti mengganggu.
Kalau Anda merasa telah berusaha maksimal untuk mengusir nyamuk dari rumah Anda namun tak berhasil, mungkin Anda melewatkan beberapa hal berikut ini.

1. Tumpukan barang



Gantungan baju dan tumpukan barang jadi tempat persembunyian favorit bagi nyamuk. Nyamuk suka bersembunyi di tempat-tempat yang gelap dan lembab, seperti di sela-sela tumpukan barang ataupun di antara gantungan baju. Tempat-tempat ini biasanya terlindung saat Anda menyemprot obat pembasmi serangga sehingga nyamuk tetap mengganggu tidur Anda meski Anda sudah menyemprot ruangan.

Solusinya:
Usahakan tidak terlalu banyak menumpuk barang di rumah. Jika terpaksa, jauhkan letaknya dari ruangan-ruangan yang sering digunakan untuk beraktivitas.
Biasakan menutup lemari untuk mencegah nyamuk masuk ke dalamnya dan secara rutin mengibas-ngibaskan pakaian yang tergantung di dalamnya untuk mengusir nyamuk yang bersembunyi.


2. Lubang di tanah


Mungkin terdengar janggal, tetapi lubang-lubang di tanah bisa menimbulkan genangan yang menjadi sarang nyamuk. Lubang-lubang ini letaknya bisa tersembunyi atau jarang terlihat oleh Anda.

Solusinya:

Luangkan waktu memeriksa sudut-sudut halaman rumah Anda. Jika Anda menemukan lubang atau cekungan, segera timbun atau tutup lubang tersebut.


3. Tanaman liar



                Rumput-rumput liar menjadi tempat perlindungan bagi nyamuk. Selain di sela-sela tumpukan barang, nyamuk juga suka bersembunyi di daun-daun tanaman, terutama yang berbentuk lebar tipis maupun memanjang, serta di lubang-lubang pohon. Ini adalah salah satu naluri bertahan hidup serangga tersebut dari hewan-hewan pemangsa.

Solusinya:
Selalu rawat taman Anda. Basmi rumput-rumput liar dan letakkan tanaman-tanaman berdaun lebar atau panjang sejauh mungkin dari ruangan rumah Anda. Kemudian, perhatikan pepohonan di halaman rumah Anda, tutup dengan plastik jika Anda menemukan celah atau lubang yang cukup dalam untuk persembunyian nyamuk.

Anda juga bisa menanam tanaman-tanaman yang dibenci nyamuk di sekitar taman Anda seperti lavender, serai wangi, akar wangi, kecombrang, ataupun selasih.



4. Sirkulasi udara tidak lancar




                Udara lembab dan panas menjadi incaran nyamuk. Jaga sirkulasi udara sehingga ruangan tetap sejuk. Nyamuk senang berada di lingkungan yang lembab dan panas.

Solusinya:
Perbaiki sirkulasi udara di rumah Anda. Tahukah Anda? Nyamuk tidak suka dengan kipas angin karena nyamuk terlalu lemah untuk melawan hembusan angin.



5. Banyak ‘pintu masuk’ bagi nyamuk




                Gunakan kasa nyamuk untuk melapisi jendela dan pintu. Foto: Pixabay
Nyamuk pandai memanfaatkan lubang-lubang kecil untuk masuk ke rumah Anda. Karena itu, periksa dengan seksama setiap celah yang mungkin bisa dimanfaatkan serangga pengganggu itu untuk masuk ke rumah Anda. Namun, terlalu rapat menutup rumah membuat rumah terasa gerah.

Solusinya:
Gunakan kawat kasa untuk menutup jendela. Gunakan juga pintu kasa yang melapisi pintu utama. Dengan demikian, Anda bisa tetap membuka pintu dan kaca jendela lebar-lebar agar udara tetap sejuk, tanpa harus takut diserbu nyamuk.



6. Banyak genangan air





                Benda-benda dari plastik sangat mudah menampung air. Singkirkan. Foto: Pixabay
Penyebab yang satu ini mungkin sudah banyak yang tahu. Genangan air adalah satu-satunya media berkembang biak nyamuk. Tetapi tahukah Anda bahwa genangan kecil pun, dengan ketinggian 1-2cm di dalam botol plastik misalnya, sudah cukup bagi nyamuk untuk berkembang biak?

Solusinya:
Disiplinlah membersihkan rumah dari sampah, khususnya yang terbuat dari plastik dan bisa menampung plastik, sekecil apapun itu.



Itulah beberapa solusi untuk mengatasi serangan nyamuk, apa lagi di musim penghujan yang akan datang, Untuk itu mari kita meminimalisir dengan cara sederhana tersebut.

Sebelum Ada Gadget 5 Hal Ini Begitu Penting #Artikel 1

Sebelum ada gadget, 5 hal ini begitu berarti.

                Kita lebih susah kalau ketinggalan gadget dari pada dompet, benar kan? Tanpa dompet kita bisa pinjam uang sana sini, tapi kalau nggak ada smartphone atau tablet di tangan maka mati kutu deh rasanya. Ya, keberadaan benda satu ini memang lebih dari apapun. Alasannya sendiri tentu saja kita bisa melakukan apapun hanya dengan mengetuk – ngetuk layarnya. Mulai dari bersosialisasi, menonton film, pacaran bahkan jualan sekalipun.
                Sayangnya, keberadaan gadget sendiri justru makin memudarkan banyak hal – hal asyik yang dulu sering kita lakukan. Misalnya kita bisa bercanda riang tanpa perlu sibuk untuk mengecek siapa yang like dan komen status kita. Sebelum ada gadget kita juga stalking calon gebetan dengan cara yang asyik sekali, seperti lewat teman ke teman. Hal – hal tersebut sudah jarang lagi kita lakukan dikarenakan dominansi gadget yang sedemikian kuat itu.
                Alasan kenapa hidup kita makin garing adalah karena keberadaan benda satu ini. Sayangnya, teknologi memang kadang menghilangkan hal – hal tradisional yang asyik. Nah, simpan sejenak gadget kalian dan ingat kembali betapa asyiknya melakukan hal – hal ini.

1.       Surat – suratan jadi lebih syahdu
Zaman SD sampai SMP, surat menyurat adalah alat komunikasi paling seru. Lewat tulisan kita bisa menyampaikan apapun lebih asyik dan dalam, entah itu minta maaf, ngajak pulang bareng, atau bahkan menyatakan cinta. Sensasi menulisnya sendiri juga beda dibandingkan nulis esaay Bahasa Indonesia yang panjang itu. Belum lagi ketika menerima surat itu rasanya sangat menyenangkan meskipun isinya penolakan.

Tak hanya tulisan, kita juga bisa berkreasi dengan surat ini. Bisa ditambahkan gambar atau sok artistik dengan membakar ujung kertasnya. Bahkan biar lebih mengena, apalagi urusan cinta, surat juga bisa disemprot parfum biar si target tahu surat itu benar – benar dari kita. Seru ya? Apalagi sensasi menunggu balasan itu lho yang bikin kita dag dig dug.

2.       Ngobrol seru bikin persahabatan makin kuat
“Guys, nanti ketemuan yuk. Jam 8 di kafe biasa.” Tapi, saat bertemu malah sibuk dengan gadgetnya masing – masing. Hingga akhirnya muncul jargon kalau gadget menjauhkan yang dekat. Ya, alih – alih ngobrol ngalor ngidul tapi seru, gara – gara gadget fokus kita bersama teman – teman jadi pecah. Sekarang acara ketemuan pun pasti bisa ditebak apa yang terjadi nantinya.

Dulu, tanpa gadget kita bisa ngobrol dengan serunya. Kita lebih fokus terhadap bahasan dari teman sehingga persahabatan makin dalam. Soal gebetan juga sama, tanpa gadget kita bisa ngobrol asyik tanpa terganggu notifikasi – notifikasi. Curhat, PDKT jadi makin maksimal. Sekarang, dikit – dikit cek gadget. Kita seperti nggak mau ketinggalan hype walaupun harus mengorbankan quality time bersama orang – orang terdekat.

3.       Deg – Degannya titip salam ke gebetan
PDKT di zaman sekarang sangat mudah dan tak ada seru – serunya. Cukup PING!!! atau chat sudah jadi. Dulu, banyak hal yang harus dilakukan agar cewek atau cowok incaran tahu jika kita ada rasa. Ya, caranya dengan saling titip salam. “Udah lo sampaikan salam gue?” “Udah, katanya jangan dekat – dekat lagi.” Ya kadang berakhir nggak baik, tapi asyik banget melakukan hal ini.

Sekarang ini mana pernah lagi kita melakukan hal ini atau ditugaskan untuk menyampaikan salam tersebut? Ya, karena sudah bisa dilakukan secara mandiri pake gadget masing – masing. Padahal sensasi titip salam dan menunggu balasan itu luar biasa. Deg – degannya itu lhoo!
4.       Lempar kertas bercandaan paling asyik
Meskipun tak ada gadget, dulu kita bisa bisa conference dengan teman sekelas. Ya, caranya lewat kertas kecil yang cara ngirimnya dengan dilempar dari satu tempat ke tempat lain. Hal apapun jadi sangat seru ketika tertulis di lembaran kertas tersebut. Janjian pulang sekolah ke mana, mau beli apa pas istirahat, sampai ngobrolin gosip yang lagi hot di sekolah.

Lewat kertas ini pula kita juga sering mendapatkan cinta. Sayangnya, tidak ada privasi disini. Kecuali dia ada di seberang bangku, maka pesan ini akan dibaca siapapun yang membawanya sampai ke tempat tujuan. Malu sih, bahkan sampai disorakin, namun sangat seru. Hal ini kadang jadi ngaco ketika salah seorang teman ikut menambah – nambahi pesan dari si dia.

5.       Lewat radio, aku sampaikan...
Radio masih eksis hingga sampai saat ini. Bahkan masih didengarkan oleh para pendengar setianya. Namun keberadaan gadget membuatnya jadi semakin samar hingga akhirnya hilang bagi sebagian orang. Bagi kita dulu, radiot adalah alat untuk bersenang – senang. Tak hanya dengan mendengarkan musik saja, tapi juga berkirim salam. Pernah melakukan ini? Masa kecilmu keren!

“Dari Nio kirim salamnya buat Novia yang lagi belajar. Jangan lupa besok di tunggu di gerbang sekolah.” Keesokan harinya Novia pun benar – benar menunggu di depan sekolah. Asyik banget melakukan hal – hal seperti ini. Radio dulu jadi pusat hiburan, bisa mengudara sama artinya nama kita akan jadi pembicaraan sekelas.


                Gadget memang mempermudah kita untuk melakukan apapun. Namun, sayangnya kita menggunakan mereka dengan porsi yang berlebihan akhirnya malah membuat hal – hal yang seru itu tergantikan. Teknologi semakin maju bukan berarti kita menghilangkan hal – hal penting dalam hidup. Jika dibandingkan sekarang, jujur masa – masa tanpa gadget dulu lebih seru dan menyenangkan.

Pengertian Diksi Dan Contohnya

Pengertian kata diksi ada begitu banyak kata dalam bahasa indonesia, beberapa kata memiliki makna yang sama seperti dia, sama, loe dan lain sebagainya. Kata-kata tersebut memiliki makna yang sama namun kesan yang dimiliki sangat berbeda-beda. Tentu pemilihan kata ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi dimana ia berbicara atau sedang berbicara kepada siapa. Pemilihian kata ini dikenal dengan istilah diksi.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pemilihan kat yang tepat dan selaras dalam penggunaanya sehingga dapat memberikan makna yang sesuai untuk di ungkapkan kepada siapa kita berbicara sekarang. dalam memilih kata diksi harus mempertimbangkan kesesuaian dan ketepatan kata berikut contoh untuk pembicaraanatau penulisan formal:


1. Hindari pengggunaan bahasa substandar dalam situasi formal.

Bahasa standar ialah merupakan tutur bahasa yang biasa digunakan oleh  mereka kalangan menengah ke atas,  atau yang mengenyam pendidikan tinggi. Sementara itu, bahasa nonstrandar kebalikannya, biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari orang umum.


2. Menggunakan kata ilmiah dalam kondisi tertentu saja, selebihnya gunakan kata popular. Kata ilmiah merupakan kata yang biasa digunakan dalam tulisan ilmiah atau kata yang jarang digunakan oleh orang-orang awam, hanya kalangan tertentu saja yang menggunakan. Contoh, dalam jurnal ilmiah menggunakan kata ilmiah. Sedangkan ketika berbicara gunakanlah kata popular, hal ini karena agar makna yang disampaikan dalam penulisan mudah di mengerti dan mudah untuk di dengar.


3. Hindari jargon yang dapat dibaca oleh publik. Jargon merupakan kalimat atau frase dalam bahasa tertentu yang hanya dimengerti oleh beberapa orang. Oleh karenanya dalam memilih kata hindari jargon karena orang lain belum tentu memahaminya.


4. Hindari pemakaian kata – kata slang. Kata slang merupakan kata non standar yang digunakan dalam percakapan dengan teman sebaya. Pengunaan kata slang saat formal tentu tidaklah baik.


5. Hindari bahasa atau kata artifisial yaitu rangkaian kata yang disusun secara kreatif untuk menimbulkan rasa seni. Contoh: harum bunga mawar terberai terbawa angn sampai ke penciumanku.


6. Hindari penggunaan kata – kata atau kalimat percakapan dalam penulisan.  Hal ini karena kata- kata dalam percakapan merupakan kata nonformal, sehingga tidak baik ketika digunakan saat menulis hal-hal yang bernuansa ilmiah.

Kesimpulannya diksi adalah ketepatan dan penempatan kata - kata dari si pengguna kepada orang lain teman sebaya,orang tua,formal, dan nonformal.

Selasa, 10 November 2015

Contoh Kalimat Diksi Yang Baik Dan Tidak Baik

 Berikut contoh dari koran diksi yang baik























 Berikut contoh dari koran diksi yang tidak baik

Selasa, 13 Oktober 2015

Peranan dan fungsi bahasa indonesia

Peranan dan fungsi
bahasa indonesia

     Bahasa indonesia adalah bahasa melayu, peranan bahasa indonesia di mulai sejak indonesia menyelenggarakan kemerdekaan indonesia tahun 1945 tepatnya sehari sesudahnya. Bahasa indonesia salah satu dari ragam bahasa melayu itu sendiri yang berasal dari kepulauan riau, di mulainya dari abad ke-19.  Bahasa indonesia di kenal juga sebagai bahasa pekerja maka dari itu, bahasa indonesia mengalami perubahan dari berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20.

     Penamaan bahasa indonesia itu sendiri terjadi pada saat pengumuman yang di terapkan (di canangkan), pada sumpah pemuda 28 oktober 1928. Untuk menghidari kesan “Imperialisme bahasa” apabila bahasa melayu tetap digunakan.

Fungsi bahasa indonesia menurut Hall Day :
Ø  Lisan atau tulisan yang kita gunakan di setiap harinya
Ø  Sebagai informasi dan memberi informasi dari setiap individu
Ø  Fungsi untuk beradaptasi sesama warga negara indonesia
Ø  Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
Ø  Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk mengendalikan prilaku orang lain
Ø  Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
Ø  Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
Ø  Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
Ø  Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
Ø  Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus, yaitu:
Ø  Bahasa resmi kenegaraan
Ø  Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
Ø  Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah

Ø  Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
    
    
     Referensi:
     https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
     http://blog-kuliah.blogspot.co.id/2012/12/fungsi-bahasa-indonesia.html







Jumat, 12 Juni 2015

Struktur dan Desain Kepemimpinan



Untuk membuat struktur pada organisasi atau kepada individu harus mengoptimalkan penataan kepada masing-masing, individu yang di tugaskan menjadi struktur yang teratur dan bekerja secara mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau pekerjaan dapat diselesaikan.

Menjelaskan kewenangan, peran, dan tanggung jawab. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak jelas.

Tipe Otokratis: Seorang pemimpin yang otokratis adalah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

Tipe Militeristis: Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat yang bergantung pada pangkat dan terlalu formalitas yang berlebih-lebih serta dituntut sopan santun yang tinggi.

Tipe Paternalistis: Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan bawahannya kesempatan berpendapat, mengeluarkan inisiatif, dan selalu bersikap maha tau.

Tipe Karismatik: Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.

Tipe Demokratis: Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. menjadi pemimpin yang demokrasi adalah yang paling susah karena tipe kepemimpinan ini yang paling ideal.

Minggu, 26 April 2015

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi



Pengambilan Keputusan dalam Organisasi


Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali, karena adanya input atau masukkan-masukkan dari individu di dalama organisasi tersebut. Maka dari itu haruslah mematangkan  dan hati-hati dalam pengambilan keputusan tersebut karna akan berdampak pada organisasi itu sendiri. Pengambilan keputusan itu adalah memilih di antar adanya masukkan-masukkan dari individu-individu yang bersangkut dalam organisasi tersebut.
Banyak jenis keputusan yang berbeda harus dibuat dalam organisasi. Seperti bagaimana membuat suatu untuk menjaga kualitas suatu produk, bagaimana menjamin kualitas produk dan bagaimana membentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan.
Beberapa tipe dasar pemikiran harus dikembangkan untuk menetapkan siapa saja yang memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam organisasi.
Pemikiran tersebut didasarkan pada dua faktor berikut :
  1. Sejauh mana keputusan yang diambil akan mempengaruhi pihak lain.
  2. Tingkat suatu individu di dalam organisasi (Jabatan)
  3. Individu yang bertanggung jawab atas sesuatu yang di lakukan organisasi

Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
  1. Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
  2. Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
  3. Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
  4. Melaksanakan alternatif tersebut
  5. Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.

Kesimpulan saya adalah dimana organisasi terbentuk haruslah adanya pihak yang bertanggung jawab dan adanya pengambilan keputusan. Untuk tidak adanya kesalah pahaman antara individu dengan individu yaitu dengan cara, proses pengambilan keputusan dengan  5 cara yaitu, identifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.