Pengertian kata diksi ada begitu banyak kata dalam bahasa indonesia, beberapa kata memiliki makna yang sama seperti dia, sama, loe dan lain sebagainya. Kata-kata tersebut memiliki makna yang sama namun kesan yang dimiliki sangat berbeda-beda. Tentu pemilihan kata ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi dimana ia berbicara atau sedang berbicara kepada siapa. Pemilihian kata ini dikenal dengan istilah diksi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pemilihan kat yang tepat dan selaras dalam penggunaanya sehingga dapat memberikan makna yang sesuai untuk di ungkapkan kepada siapa kita berbicara sekarang. dalam memilih kata diksi harus mempertimbangkan kesesuaian dan ketepatan kata berikut contoh untuk pembicaraanatau penulisan formal:
1. Hindari pengggunaan bahasa substandar dalam situasi formal.
Bahasa standar ialah merupakan tutur bahasa yang biasa digunakan oleh mereka kalangan menengah ke atas, atau yang mengenyam pendidikan tinggi. Sementara itu, bahasa nonstrandar kebalikannya, biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari orang umum.
2. Menggunakan kata ilmiah dalam kondisi tertentu saja, selebihnya gunakan kata popular. Kata ilmiah merupakan kata yang biasa digunakan dalam tulisan ilmiah atau kata yang jarang digunakan oleh orang-orang awam, hanya kalangan tertentu saja yang menggunakan. Contoh, dalam jurnal ilmiah menggunakan kata ilmiah. Sedangkan ketika berbicara gunakanlah kata popular, hal ini karena agar makna yang disampaikan dalam penulisan mudah di mengerti dan mudah untuk di dengar.
3. Hindari jargon yang dapat dibaca oleh publik. Jargon merupakan kalimat atau frase dalam bahasa tertentu yang hanya dimengerti oleh beberapa orang. Oleh karenanya dalam memilih kata hindari jargon karena orang lain belum tentu memahaminya.
4. Hindari pemakaian kata – kata slang. Kata slang merupakan kata non standar yang digunakan dalam percakapan dengan teman sebaya. Pengunaan kata slang saat formal tentu tidaklah baik.
5. Hindari bahasa atau kata artifisial yaitu rangkaian kata yang disusun secara kreatif untuk menimbulkan rasa seni. Contoh: harum bunga mawar terberai terbawa angn sampai ke penciumanku.
6. Hindari penggunaan kata – kata atau kalimat percakapan dalam penulisan. Hal ini karena kata- kata dalam percakapan merupakan kata nonformal, sehingga tidak baik ketika digunakan saat menulis hal-hal yang bernuansa ilmiah.
Kesimpulannya diksi adalah ketepatan dan penempatan kata - kata dari si pengguna kepada orang lain teman sebaya,orang tua,formal, dan nonformal.
Kamis, 12 November 2015
Selasa, 10 November 2015
Selasa, 13 Oktober 2015
Peranan dan fungsi bahasa indonesia
Peranan
dan fungsi
bahasa
indonesia
Bahasa indonesia adalah
bahasa melayu, peranan bahasa indonesia di mulai sejak indonesia
menyelenggarakan kemerdekaan indonesia tahun 1945 tepatnya sehari sesudahnya. Bahasa
indonesia salah satu dari ragam bahasa melayu itu sendiri yang berasal dari
kepulauan riau, di mulainya dari abad ke-19.
Bahasa indonesia di kenal juga sebagai bahasa pekerja maka dari itu,
bahasa indonesia mengalami perubahan dari berbagai proses pembakuan sejak awal
abad ke-20.
Penamaan bahasa indonesia itu sendiri terjadi
pada saat pengumuman yang di terapkan (di canangkan), pada sumpah pemuda 28
oktober 1928. Untuk menghidari kesan “Imperialisme bahasa” apabila bahasa
melayu tetap digunakan.
Fungsi bahasa indonesia menurut Hall Day :
Ø
Lisan atau tulisan yang kita gunakan di setiap
harinya
Ø
Sebagai informasi dan memberi informasi dari
setiap individu
Ø
Fungsi untuk beradaptasi sesama warga negara
indonesia
Ø
Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk
memperoleh sesuatu
Ø
Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk
mengendalikan prilaku orang lain
Ø
Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk
berinteraksi dengan orang lain
Ø
Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk
berinteraksi dengan orang lain
Ø
Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk
belajar dan menemukan sesuatu
Ø
Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan
untuk menciptakan dunia imajinasi
Ø
Fungsi representasional, bahasa difungsikan
untuk menyampaikan informasi
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus,
yaitu:
Ø
Bahasa resmi kenegaraan
Ø
Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
Ø
Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah
Ø
Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan
dan teknologi
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
http://blog-kuliah.blogspot.co.id/2012/12/fungsi-bahasa-indonesia.html
Jumat, 12 Juni 2015
Struktur dan Desain Kepemimpinan
Untuk membuat struktur pada
organisasi atau kepada individu harus mengoptimalkan penataan kepada
masing-masing, individu yang di tugaskan menjadi struktur yang teratur dan
bekerja secara mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau
pekerjaan dapat diselesaikan.
Menjelaskan kewenangan, peran, dan
tanggung jawab. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses
perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai
departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak
jelas.
Tipe Otokratis: Seorang pemimpin yang otokratis adalah pemimpin yang
memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai
pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi,
Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran
dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan
pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan
dan bersifat menghukum.
Tipe Militeristis: Perlu diperhatikan bahwa yang
dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin
organisasi militer. Pemimpin yang bertipe militeristis
adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat yang bergantung pada pangkat
dan terlalu formalitas yang berlebih-lebih serta dituntut sopan santun yang
tinggi.
Tipe Paternalistis: Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang
paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap
bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi
(overly protective), jarang memberikan bawahannya kesempatan berpendapat,
mengeluarkan inisiatif, dan selalu bersikap maha tau.
Tipe Karismatik: Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian
mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai
pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula
tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
Tipe Demokratis: Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan
bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi
modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik
sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari
pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu
berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan
kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran,
pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan
kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan
yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian
diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi
lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk
menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas
diri pribadinya sebagai pemimpin. menjadi pemimpin yang demokrasi adalah yang
paling susah karena tipe kepemimpinan ini yang paling ideal.
Minggu, 26 April 2015
Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
Pengambilan
Keputusan dalam Organisasi
Mengambil
keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali, karena adanya
input atau masukkan-masukkan dari individu di dalama organisasi tersebut. Maka
dari itu haruslah mematangkan dan
hati-hati dalam pengambilan keputusan tersebut karna akan berdampak pada
organisasi itu sendiri. Pengambilan keputusan itu adalah memilih di antar adanya
masukkan-masukkan dari individu-individu yang bersangkut dalam organisasi
tersebut.
Banyak jenis
keputusan yang berbeda harus dibuat dalam organisasi. Seperti bagaimana membuat
suatu untuk menjaga kualitas suatu produk, bagaimana menjamin kualitas produk
dan bagaimana membentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan.
Beberapa
tipe dasar pemikiran harus dikembangkan untuk menetapkan siapa saja yang
memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam organisasi.
Pemikiran
tersebut didasarkan pada dua faktor berikut :
- Sejauh mana keputusan yang diambil akan mempengaruhi pihak lain.
- Tingkat suatu individu di dalam organisasi (Jabatan)
- Individu yang bertanggung jawab atas sesuatu yang di lakukan organisasi
Proses pengambilan keputusan
didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih
alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam
proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
- Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
- Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
- Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
- Melaksanakan alternatif tersebut
- Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.
Kesimpulan
saya adalah dimana organisasi terbentuk haruslah adanya pihak yang bertanggung
jawab dan adanya pengambilan keputusan. Untuk tidak adanya kesalah pahaman
antara individu dengan individu yaitu dengan cara, proses pengambilan keputusan
dengan 5 cara yaitu, identifikasi
masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.
Jumat, 27 Maret 2015
Bekerjasama dalam kelompok
Pengertian
Bekerjasama Dalam Kelompok
Bekerjasama dalam kelompok adalah individu individu yang berkumpul untuk
mendapatkan informasi untuk memecahkan sesuatu hal/SHARING untuk mencapai apa
yang kita tuju bersama atau membantu individu lain dengan kata lain manusia
juga tidak bisa memecahkan masalah sendiri .
Kelompok
adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling
bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama,
meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968;
Lewin, 1948)
Karakteristik
Kelompok :
# Terdiri dari 2 orang atau lebih
# Anggota kelompok harus saling mempengaruhi atau
membantu
# Mempunyai struktur hubungan yang baik antara sesama
individu
# Mempunyai minat atau tujuan yang sama
# Sesama indovidu saling mengenal dadn tidak
membeda-bedakan dengan yang lain.
Tahap-tahap
Pembentukan Kelompok :
Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk
dan diberikan tugas.
Tahap 2 -
Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide
berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi.
Tahap 3 -
Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara
anggota kelompok.
Tahap 4 -
Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan
pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan
supervisi eksternal.
Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok
membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka
mengalami perubahan.
1. (Menyelesaikan dengan baik-baik)
Cara ini digunakan untuk
mengidentifikasi masalah yang dihadapi. Biasanya digunakan karena masalah
kesalahpahaman.
2.
(Berunding)
Cara ini
digunakan untuk mendorong suatu kelompok agar terjadinya kerjasama.
3.
(Dengan Cara
Voting)
Biasanya orang yang
menggunakan cara ini cenderung menggunakan taktiknya.
4. (Menghindari)
Cara ini cocok untuk
menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah.
5.
Compromi
Cara ini cocok digunakan untuk
menangani masalah yang melibatkan para anggota kelompok yang memiliki tujuan berbeda
tapi mereka mempunyai kekuatan yang sama.
Kesimpulannya
Bekerja
sama dalam kelompok itu penting untuk mengoreksi pendapat pendapat yang ada
atau memberi solusi untuk tujuan bersama maka dari itulah adanya kerjasama adanya
organisasi adanya kelompok kelompok sosial
Langganan:
Postingan (Atom)



