Jumat, 12 Juni 2015

Struktur dan Desain Kepemimpinan



Untuk membuat struktur pada organisasi atau kepada individu harus mengoptimalkan penataan kepada masing-masing, individu yang di tugaskan menjadi struktur yang teratur dan bekerja secara mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau pekerjaan dapat diselesaikan.

Menjelaskan kewenangan, peran, dan tanggung jawab. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak jelas.

Tipe Otokratis: Seorang pemimpin yang otokratis adalah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

Tipe Militeristis: Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat yang bergantung pada pangkat dan terlalu formalitas yang berlebih-lebih serta dituntut sopan santun yang tinggi.

Tipe Paternalistis: Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan bawahannya kesempatan berpendapat, mengeluarkan inisiatif, dan selalu bersikap maha tau.

Tipe Karismatik: Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.

Tipe Demokratis: Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. menjadi pemimpin yang demokrasi adalah yang paling susah karena tipe kepemimpinan ini yang paling ideal.

Minggu, 26 April 2015

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi



Pengambilan Keputusan dalam Organisasi


Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali, karena adanya input atau masukkan-masukkan dari individu di dalama organisasi tersebut. Maka dari itu haruslah mematangkan  dan hati-hati dalam pengambilan keputusan tersebut karna akan berdampak pada organisasi itu sendiri. Pengambilan keputusan itu adalah memilih di antar adanya masukkan-masukkan dari individu-individu yang bersangkut dalam organisasi tersebut.
Banyak jenis keputusan yang berbeda harus dibuat dalam organisasi. Seperti bagaimana membuat suatu untuk menjaga kualitas suatu produk, bagaimana menjamin kualitas produk dan bagaimana membentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan.
Beberapa tipe dasar pemikiran harus dikembangkan untuk menetapkan siapa saja yang memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam organisasi.
Pemikiran tersebut didasarkan pada dua faktor berikut :
  1. Sejauh mana keputusan yang diambil akan mempengaruhi pihak lain.
  2. Tingkat suatu individu di dalam organisasi (Jabatan)
  3. Individu yang bertanggung jawab atas sesuatu yang di lakukan organisasi

Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
  1. Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
  2. Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
  3. Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
  4. Melaksanakan alternatif tersebut
  5. Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.

Kesimpulan saya adalah dimana organisasi terbentuk haruslah adanya pihak yang bertanggung jawab dan adanya pengambilan keputusan. Untuk tidak adanya kesalah pahaman antara individu dengan individu yaitu dengan cara, proses pengambilan keputusan dengan  5 cara yaitu, identifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.

Jumat, 27 Maret 2015

Bekerjasama dalam kelompok



Pengertian Bekerjasama Dalam Kelompok


Bekerjasama dalam kelompok adalah  individu individu yang berkumpul untuk mendapatkan informasi untuk memecahkan sesuatu hal/SHARING untuk mencapai apa yang kita tuju bersama atau membantu individu lain dengan kata lain manusia juga tidak bisa memecahkan masalah sendiri .

Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948)

Karakteristik Kelompok :
# Terdiri dari 2 orang atau lebih
# Anggota kelompok harus saling mempengaruhi atau membantu
# Mempunyai struktur hubungan yang baik antara sesama individu
# Mempunyai minat atau tujuan yang sama
# Sesama indovidu saling mengenal dadn tidak membeda-bedakan dengan yang lain.

Tahap-tahap Pembentukan Kelompok : 

Tahap 1 - Forming
   Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas.

Tahap 2 - Storming
   Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi.

Tahap 3 - Norming
   Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok.

Tahap 4 - Performing
   Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal.

Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
   Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

1.        (Menyelesaikan dengan baik-baik)
Cara ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi. Biasanya digunakan karena masalah kesalahpahaman.

2.      (Berunding)
       Cara ini digunakan untuk mendorong suatu kelompok agar terjadinya kerjasama.

3.      (Dengan Cara Voting)
Biasanya orang yang menggunakan cara ini cenderung menggunakan taktiknya.

4.     (Menghindari)
Cara ini cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah.

5.      Compromi
Cara ini cocok digunakan untuk menangani masalah yang melibatkan para anggota kelompok yang memiliki tujuan berbeda tapi mereka mempunyai kekuatan yang sama.


Kesimpulannya
Bekerja sama dalam kelompok itu penting untuk mengoreksi pendapat pendapat yang ada atau memberi solusi untuk tujuan bersama maka dari itulah adanya kerjasama adanya organisasi adanya kelompok kelompok sosial

Selasa, 25 November 2014

artikel #15



Sejak kapan semua ini dimulai?
Sejak kapan perasaanku padanya berkembang dari persaudaraan menjadi sesuatu yang lain?
.
Senyum yang polos...
Senyum yang indah...
Kebaikan hati yang tanpa pamrih...
.
Sejak masih kecil? Sejak kita menginjak masa remaja? Ketika aku menjalin hubungan dengan Reiko? Atau... atau... jauh, jauh setelahnya?
Jawaban...
Aku tak memiliki jawaban akan pertanyaan itu. Yang kutahu, yang aku mengerti adalah... bahwa sejak kita masih anak-anak... jauh, jauh sebelum kita bisa mengerti...
Di masa di mana yang kita tahu adalah satu sama lain. Ketika yang kita mengerti hanya satu, hanya tahu, hanya merasa, betapa berartinya yang lain..
Aku tahu.
Aku tahu.
Bahwa kamu spesial.
Bahwa hubungan kita spesial.
Bahwa kita tak tergantikan satu sama lain.
Bahwa kamu tak tergantikan bagiku.